Pengertian
Penyebaran atau dispersi adalah pergerakan dari nilai observasi
terhadap nilai rata-ratanya. Rata-rata dari serangkaian nilai observasi
tidak dapat diinterpretasikan secara terpisah dari hasil dispersi nilai-nilai tersebut
sekitar rata-ratanya.
Makin besar variasi nilai, makin kurang representatif rata-rata distribusinya.
Jenisnya :
1) Dispersi mutlak
- Jangkauan (Range)
- Simpangan Rata-rata (Mean Deviation)
- Variansi (Variance)
- Standar Deviasi (Standart Deviation)
- Simpangan Kuartil (Quartile Deviation)
2) Dispersi relatif
Koefisien Variasi (Coeficient of Variation)
Beberapa jenis pengukuran Dispersi mutlak sebagai berikut:
1. Jangkauan (Range)
Selisih antara batas atas dari kelas tertinggi dengan batas bawah dari kelas
terendah.
Selisih antara batas atas dari kelas tertinggi dengan batas bawah dari kelas
terendah.
J = Xmax-Xmin
Jumlah nilai mutlak dari selisih semua nilai dengan nilai rata-rata dibagi
banyaknya data.
3. Varians (Variance)
Rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap data terhadap rata-rata hitungnya.

4. Standar Deviasi
Akar kuadrat dari varians dan menunjukkan standar penyimpangan data4. Standar Deviasi
terhadap nilai rata-ratanya.
5. Jangkauan kuartil dan jangkauan persentil 10-90
Jangkauan kuartil disebut juga simpangan kuartil atau semi antar
kuartil atau deviasi kuartil sedangkan jangkauan persentil 10-90 disebut
juga rentang persentil 10-90.
JK : 1/2 (K3 - K1)
JP : P90 - P10
Beberapa jenis pengukuran Dispersi relatif sebagai berikut:
6. Koefisien VariasiKoefisien Variasi, disebut dispersi relatif, dapat digunakan untuk
membandingkan nilai – nilai besar dengan nilai – nilai kecil. Sedangkan lima
bentuk dispersi sebelumnya tidak bisa.
7. Angka Baku

A. Kegunaan Ukuran Penyebaran Data
Dispersi Data adalah data yang menggambarkan bagaimana suatu kelompokdata menyebar terhadap pusatnya data atau ukuran penyebaran suatu kelompok
data terhadap pusatnya data.
Dispersi data sangat penting untuk membandingkan penyebaran dua distribusi
data atau lebih. Pusat data seperti rata-rata hitung, median dan modus hanya
memberi informasi yang sangat terbatas sehingga tanpa disandingkan dengan
dispersi data menjadi kurang bermanfaat dalam menganalisa data.
Kegunaan ukuran penyebaran antara lain sebagai berikut :
a. Ukuran penyebaran dapat digunakan untuk menentukan apakah nilai rataratanyabenar-benar representatif atau tidak. Apabila suatu kelompok data
mempunyai penyebaran yang tidak sama terhadap nilai rata-ratanya, maka
dikatakan bahwa nilai rata-rata tersebut tidak representatif.
b. Ukuran penyebaran dapat digunakan untuk mengadakan perbandingan
terhadap variabilitas data.
terhadap variabilitas data.
c. Ukuran penyebaran dapat membantu penggunaan ukuran statistika,
misalnya dalam pengujian hipotesis, apakah dua sampel berasal dari
populasi yang sama/tidak.
misalnya dalam pengujian hipotesis, apakah dua sampel berasal dari
populasi yang sama/tidak.
B. Kemiringan dan Keruncingan Data
Kemiringan Distribusi DataKemiringan adalah derajat atau ukuran dari ketidaksimetrisan suatu distribusi
data. Pengukuran kemiringan suatu distribusi data dapat diketahui dengan beberapa
cara, antara lain:
Memperhatikan hubungan antara rata-rata hitung, median dan modus.
Menggunakan koefisien Pearson.
Menggunakan Momen ketiga.
Menggunakan kotak diagram garis.
Secara umum untuk menentukan kemiringan distribusi,
nilai x dapat menentukan condong kemiringan distribusi tersebut, dengan asumsi :
Jika alfa =0 , maka Simetri
Jika alfa <0 , maka miring kiri
Jika alfa >0 , maka Miring Kanan
Beberapa cara untuk menghitung derajat kemiringan data yaitu sebagai berikut :
Cara Pertama,
Rumus Pearson
Jika alfa >0 , maka Miring Kanan
Beberapa cara untuk menghitung derajat kemiringan data yaitu sebagai berikut :
Cara Pertama,
Rumus Pearson
alfa = x rerata - mod / S
atau
alfa = 3 ( x rerata - Med ) / S
atau
alfa = 3 ( x rerata - Med ) / S
Cara Kedua,
Rumus Momen
Untuk data tidak berkelompok ,
alfa3 = zigma (x - x rerata ) kubik / ns kubik
Untuk data berkelompok ,
alfa3 = zigma f (x - x rerata ) kubik / ns kubik
Cara Ketiga,
Rumus Bowley
alfa = Q3 + Q2 - Q1 / Q3 - Q1
Rumus Momen
Untuk data tidak berkelompok ,
alfa3 = zigma (x - x rerata ) kubik / ns kubik
Untuk data berkelompok ,
alfa3 = zigma f (x - x rerata ) kubik / ns kubik
Cara Ketiga,
Rumus Bowley
alfa = Q3 + Q2 - Q1 / Q3 - Q1
Keruncingan Distribusi Data adalah derajat atau ukuran tinggi rendahnya puncak
suatu distribusi data terhadap distribusi normalnya data.
Keruncingan data disebut kurtosis.
Ada tiga jenis derajat keruncingan :
=Leptokurtis, distribusi data yang puncaknya relatif tinggi.
=Mesokurtis, distribusi data yang puncaknya normal, tidak terlalu runcing.
=Platikurtis, distribusi data yang puncaknya terlalu rendah atau terlalu mendatar.
Maka, syarat keruncingan terbagi atas tiga yaitu :
Jika alfa 4 = 3, Mesokurtis
Jika alfa 4 > 3, Leptokurtis
Jika alfa 4 < 3 ,Platikurtis
k=JK/JP
Dimana , k = koefisien kurtosis persentil
Dengan syarat,
Jika k = 0,263 , maka disebut mesokurtis.
Jika k > 0,263 , maka disebut leptokurtis.
Jika k < 0,263 , maka disebut platikurtis.
Ada tiga jenis derajat keruncingan :
=Leptokurtis, distribusi data yang puncaknya relatif tinggi.
=Mesokurtis, distribusi data yang puncaknya normal, tidak terlalu runcing.
=Platikurtis, distribusi data yang puncaknya terlalu rendah atau terlalu mendatar.
Maka, syarat keruncingan terbagi atas tiga yaitu :
Jika alfa 4 = 3, Mesokurtis
Jika alfa 4 > 3, Leptokurtis
Jika alfa 4 < 3 ,Platikurtis
k=JK/JP
Dimana , k = koefisien kurtosis persentil
Dengan syarat,
Jika k = 0,263 , maka disebut mesokurtis.
Jika k > 0,263 , maka disebut leptokurtis.
Jika k < 0,263 , maka disebut platikurtis.
No comments:
Post a Comment